Rabu, 02 November 2016

WISATA RELIGI KLENTENG TAY KAK SIE

Sumber: http://achmadyani-airport.com/detail/berita/klenteng-tay-kak-sie-klenteng-bersejarah-di-kota-semarang
Klenteng Tay Kak Sie merupakan sebuah klenteng tua yang menjadi salah satu destinasi tujuan wisata religi dan sejarah di Kota Semarang. Lokasinya yang berada di Gang Lombok, kawasan Kota Lama Semarang, membuat klenteng ini sering juga disebut dengan Klenteng Gang Lombok. Saat tiba di klenteng ini, kita akan melihat patung Laksamana Cheng Ho dalam ukuran yang cukup besar dan arsitektur bangunan yang memiliki ciri khas, terutama pada bagian atapnya yang dihiasi sepasang naga memperebutkan matahari. Meskipun bukan klenteng terbesar di Semarang, Klenteng Tay Kak Sie merupakan klenteng yang memiliki arsitektur yang penuh dengan detail indah yang rumit. Klenteng ini juga memiliki ornamen paling banyak jika dibandingkan dengan klenteng lainnya di Semarang. Kita dapat benar-benar merasakan suasana khas Tiongkok ketika berkunjung ke klenteng yang memang berlokasi di kawasan Pecinan ini.

Sejarah Singkat Klenteng Tay Kak Sie
Pada awalnya, masyarakat Tionghoa yang tinggal di Semarang menetap di daerah Mangkang. Kejadian pemberontakan etnis Tionghoa terhadap pemerintahan Hindia Belanda di Batavia menimbulkan kekhawatiran jika pemberontakan serupa akan terjadi juga di Semarang sehingga akhirnya pemerintah Hindia Belanda memindahkan kelompok ini ke kawasan yang lebih mudah dipantau. Kawasan tempat tinggal etnis Tiongkok ini sekarang dikenal dengan kawasan Pecinan, Kota Lama Semarang.

Di tempat tinggal yang baru ini, etnis Tiongkok mendapatkan kesulitan ketika akan beribadah karena tidak adanya tempat peribadahan di kawasan tersebut. Mereka harus berjalan jauh menuju Klenteng Gedung Batu yang berada di daerah Simongan untuk melaksanakan ibadah sehari-hari maupun perayaan hari besar. Akses yang sulit dan alasan keamanan menjadi penghambat bagi masyarakat Tionghoa untuk dapat beribadah, sehingga mereka kemudian mendirikan tempat peribadahan sendiri di daerah tempat tinggal mereka. Diprakarsai oleh seorang saudagar bernama Khouw Ping, mereka mendirikan rumah ibadah Kwa Im Tang pada tahun 1724. Karena banyaknya masyarakat Tionghoa yang beribadah di sini, maka pada tahun 1746, rumah ibadah Kwa Im Tang diperbesar dan berubah menjadi klenteng Tay Kak Sie. Klenteng ini menjadi makin ramai karena banyak menjadi pilihan bagi masyarakat Tiongkok lain untuk melaksanakan ibadah sehari-hari dan perayaan hari besar.

Lokasi dan Akses
Klenteng Tay Kak Sie terletak di Jl. Gang Lombok No. 62, Purwodinatan, Semarang, Jawa Tengah. Akses menuju tempat ini tidak terlalu sulit dan dapat ditempuh dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.



Dari Bandara Ahmad Yani, akses tercepat untuk sampai ke klenteng ini membutuhkan waktu 21 menit jika tanpa terjebak kemacetan lalu lintas. Adapun jalur yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:

  • Ambil Jl. Bandara Jenderal Ahmad Yani menuju ke Jl. Jenderal Soedirman/ Jl. Raya Suruh-Karanggede
  • Ikuti Jl. Raya Suruh-Paranggede sampai ke Jl. Indraprasta, setelah itu menuju Jl. Imam Bonjol ke Jl. Purwodinatan, dan dilanjutkan menuju Jl;. Pekojan sampai Jl. Gang Lombok


Sementara dari Terminal Terboyo, akses tercepat untuk sampai ke klenteng ini membutuhkan waktu 18 menit tanpa terhambat kemacetan lalu lintas dengan rute sebagai berikut:

  • Ambil Jl. Terminal Terboyo menuju ke Jl. Tuban-Semarang di Terboyo Kulon
  • Lanjut menuju Jl. Kaligawe Raya, ambil Jl. Raden Patah menuju Jl. Pekojan di Purwodinatan
  • Lanjut Jl. Pekojan sampai menuju Jl. Gang Lombok


Dari Stasiun Tawang, akses tercepat menuju ke klenteng ini hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan rute sebagai berikut:

  • Jalan dari Jl. Tawang menuju Jl. Merak
  • Ikuti Jl. Cendrawasih sampai menuju Jl. Letjen Suprapto
  • Ambil Jl. KH Agus Salim menuju Jl. Pekojan, dilanjutkan ke Jl. Gang Lombok

Tiket dan Jam Buka
Untuk dapat berwisata ke Klenteng Tay Kak Sie, pengunjung tidak harus membeli tiket masuk. Kita dapat melihat keindahan arsitektur klenteng ini dan ritual peribadahan masyarakat Tiongkok secara gratis. Hanya saja, wisatawan dapat menyumbangkan sejumlah uang dalam jumlah yang tidak ditentukan sebagai ganti tiket masuk dan hal ini tidak dipaksakan/ tidak wajib. Selain itu, kita dapat berkunjung kapan saja di klenteng ini karena klenteng Tay Kak Sie selalu dibuka pada waktu apapun, bahkan ketika malam hari,

Opini
Menurut opini pribadi, Klenteng Tay Kak Sie merupakan tempat wisata yang sangat direkomendasikan apabila wisatawan ingin berwisata religi ke Kota Semarang. Kebanyakan wisatawan lebih mengenal Klenteng Sam Poo Kong, tetapi Klenteng Tay Kak Sie juga tidak kalah bagus untuk dikunjungi karena kita akan mendapatkan hal yang berbeda dari Klenteng Sam Poo Kong apabila kita berkunjung ke tempat ini. Kita dapat menikmati arsitektur bangunan yang lebih kompleks dan ornamen yang lebih banyak. Kelebihan Klenteng Tay Kak Sie dari klenteng lainnya di Semarang adalah hiasan yang lebih lengkap dan banyak. Selain itu, kita dapat menyaksikan etnis Tiongkok ketika melakukan peribadahan maupun perayaan hari besar. Dengan hal tersebut, kita dapat berwisata sambil belajar untuk menghargai adanya perbedaan karena kebanyakan wisatawan yang berkunjung kesini memiliki kepercayaan yang berbeda.
Klenteng Tay Kak Sie terawat dengan baik dan memiliki lingkungan yang bersih. Suasana di tempat wisata ini cenderung tenang karena merupakan tempat peribadahan. Sebaiknya, wisatawan yang datang ke Klenteng Tay Kak Sie memiliki kesadaran untuk memberikan sumbangan sukarela sebagai pengganti tiket masuk. Hal ini adalah salah satu cara kita untuk dapat membantu menjaga dan merawat Klenteng Tay Kak Sie
Sumber:

  • http://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/mengunjungi-tay-kak-sie-klenteng-terbesar-di-semarang
  • http://visitsemarang.com/artikel/klenteng-tay-kak-sie
  • http://pengenliburan.com/klenteng-tay-kak-sie-semarang-jawa-tengah.html


Selasa, 23 Agustus 2016

SAM PO KOONG TEMPLE

Klenteng Sam Po Kong


Informasi Umum

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi “marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an”.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, orang Indonesia keturunan cina menganggap bangunan itu adalah sebuah kelenteng – mengingat bentuknya memiliki arsitektur bangunan cina sehingga mirip sebuah kelenteng. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana cheng ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.

Lokasi

Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Berlokasi di sebelah barat daya kota Semarang , tepatnya di daerah Simongan. Jl. Simongan Semarang. Saat ini , selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan Klenteng Sam Poo Kong Semarang juga menjadi salah satu tujuan wisata lokal di semarang yang menarik banyak minat wisatawan , baik Domestik maupun mancanegara. Pengunjung juga dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit Cina di tempat tersebut.

Daya tarik

Pada awal abad ke-15 Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menyusuri pantai laut Jawa dan sampai pada sebuah semenanjung. Karena ada awak kapal yang sakit, ia memerintahkan mendarat dengan menyusuri sebuah sungai yang sekarang dikenal dengan sungai Kaligarang. Ia mendarat disebuah desa bernama Simongan. Setelah sampai didaratan, ia menemukan sebuah gua batu dan dipergunakan untuk tempat bersemedi dan bersembahyang. Zeng He memutuskan menetap untuk sementara waktu ditempat tersebut. Sedangkan awak kapalnya yang sakit dirawat dan diberi obat dari ramuan dedaunan yang ada disekitar tempat itu.
Kelenteng Sam Po Kong Semarang
Bentuk bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan tipe klenteng yang lain, klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.
Komplek Klenteng Sam po Kong terdiri atas sejumlah anjungan yaitu Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng). Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan. Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He)

Fasilitas

Bangunan inti dari kelenteng adalah sebuah Goa Batu, Goa aslinya tertutup longsor pada tahun 1700-an, kemudian dibangun kembali oleh penduduk setempat sebagai penghormatan kepada Cheng Ho.


Kini di dalam goa tersebut terdapat Patung Cheng Ho yang dilapisi emas dan digunakan untuk ruang sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan, kesehatan dan rejeki. Selain bangunan inti goa batu tersebut, yang dindingnya dihiasi relief tentang perjalanan Cheng Ho dari daratan China sampa ke Jawa, di area ini juga terdapat satu kelenteng besar dan dua tempat sembahyang yang lebih kecil.
Tempat tempat sembahyang tersebut dinamai sesuai dengan peruntukannya, yaitu kelenteng Thao Tee Kong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup. Sedangkan tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho.
Tempat pemujaan lainnya dinamai kyai Jangkar, karena di sini tersimpan jangkar asli kapal Cheng Ho yang dihias dengan kain warna merah pula. Di sini digunakan untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu mendoakan arwah yang tidak bersanak keluarga yang mungkin belum mendapat tempat di alam baka.
Lalu ada tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, yang dulunya merupakan tempat penyimpanan segala jenis persenjataan yang digunakan awak kapal Cheng Ho, serta Kyai dan Nyai Tumpeng yang mewakili temapt penyimpanan bahan makanan pada jaman Cheng Ho.
Karena seluruh area lebih dimaksudkan untuk sembahyang, tidak semua orang boleh memasukinya. Bangunan kuil, baik yang besar maupun yang kecil dipagari dan pintu masuknya dijaga oleh petugas keamanan. Hanya yang bermaksud sembahyang saja yang diijinkan masuk sedangkan wisatawan yang ingin melihat lihat bisa melakukan dari balik pagar.

Transportasi

Jarak tempuh klenteng ini dari bandara Ahmad Yani relatif dekat. Tak perlu melewati pusat kota Semarang yang sibuk, naik taksi hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Jika Anda dari arah barat kota Semarang dan menggunakan transportasi bis umum, ada banyak armada yang melewati klenteng ini, salah satunya bis jurusan Mangkang-terminal Terboyo.
Jika anda dari Magelang, Jogja, Solo dan sekitarnya, setelah masuk kota Semarang, Anda bisa memilih, mau menggunakan bis jurusan Mangkang, atau angkot jurusan Pasar Karang Ayu, atau Manyaran. Anda yang dari arah timur Kota Semarang, bis jurusan terminal Terboyo-Mangkang adalah pilihan paling tepat.
Jika Anda memanfaatkan transportasi kereta api, turun di stasiun Poncol di Semarang, dan Anda bisa memilih naik taksi, bis, atau angkot.

Saran & Tips

Bagi yang ingin masuk komplek bangunan klenteng, bawalah Hio sebagai kunci agar diperbolehkan memasuki area klenteng.
Harga tiket:
• Rp 3.000 (masuk ke halaman klenteng)
• Rp 20.000 (masuk ke kompleks bangunan klenteng)
• Rp 10.000(harga Hio)

Sumber:
http://indotravelguides.com/top-destination/klenteng-sam-po-kong/

Peta Lokasi

LAWANG SEWU SEMARANG

Lawang Sewu Semarang

lawang sewu semarang
Semarang – Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Foto Gallery Lawang Sewu Semarang:
Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah untuk Pre Wedding.
Lawang Sewu Pasca Pemugaran:
Setelah cukup lama lawang sewu seperti tak terurus, akhirnya Lawang Sewu dilakukan pemugaran yang memakan waktu cukup lama, akhirnya selesai pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum setelah pada tanggal 5 Juli 2011 diresmikan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan dengan event Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang menampilkan produk produk tradisional dari seluruh Nusantara. Berikut foto foto Lawang Sewu pasca pemugaran:
Lawang Sewu Pasca Restorasi
Sisi kanan Lawang Sewu
sisi belakang lawang sewu
seribu pintu lawang sewu
halaman depan lawang sewu
Video Lawang Sewu:
Peta Lokasi Lawang Sewu:

View Peta Wisata Semarang in a larger map
Mei 2013:
halaman lawang sewu
Taman di sisi kanan lawang sewu
Harga Tiket dan Jam Buka
Berapakan sebenarnya jumlah pintu dari Lawang Sewu?
Seperti Kepulauan Seribu yang jumlah pulau yang sebenarnya tak sampai 1.000, karena tercatat hanya 342 buah bulau saja. Sebutan “Sewu” [Jawa: Seribu], merupakan penggambaran sedemikian banyaknya jumlah pintunya. Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).
Sejarah Lawang Sewu:
Sejarah gedung ini tak lepas dari sejarah perkeretaapian di indonesia karena dibangun sebagai Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu kantor pusat NIS, perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta) dengan jalur pertamanya Jalur Semarang Temanggung 1867.
Awalnya administrasi NIS diselenggarakan di Stasiun Semarang NIS. Pertumbuhan jaringan yang pesat diikuti bertambahnya kebutuhan ruang kerja sehingga diputuskan membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh pada lahan di pinggir kota dekat kediaman Residen Hindia Belanda, di ujung selatan Bodjongweg Semarang. Direksi NOS menyerahkan perencanaan gedung ini kepada Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag, arsitek dari Amsterdam Belanda.
Pelaksanaan pambangunan dimulai 27 Februari 1904 dan selesai 1907. Kondisi tanah di jalan harus mengalami perbaikan terlebih dahulu dengan penggalian sedalam 4 meter dan diganti dengan lapisan vulkanis. Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan, dilanjutkan dengan bangunan utama. Setelah dipergunakan beberapa tahun, perluasan kantor dilaksanakan dengan membuat bangunan tambahan pada tahun 1916 – 1918.
Pada tahun 1873 rel kereta api pertama di Hindia Belanda selesai dibangun. Jalan itu dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg maatschappij (NIS), suatu perusahaan swasta yang mendapat konsesi dari pemerintah kolonial untuk menghubungkan daerah pertanian yang subur di Jawa Tengah dengan kota pelabuhan Semarang (Durrant, 1972). Stasiun di Semarang yang berada di tambaksari tidak jauh dari pelabuhan.
Pada peralihan abad ke-20 NIS membangun stasiun stasiun baru yang besar. Pada tahun 1914 stasiun Tambaksari digantikan oleh Stasiun Tawang. Sebelumnya pada tahun 1908 selesai dibangun pula kantor pusat NIS yang baru, bangunan itu berada di ujung jalan Bodjong, di Wilhelmina Plein berseberangan dengan kediaman gubernur.
Kantor pusat NIS yang baru itu adalah bangunan besar 2 lantai berbentuk “L” yang dirancang oleh J.F Klinkhamer dan Ouendag dalam gaya Renaissance Revival (Sudrajat,1991). Menurut Sudrajat pembangunan kantor pusat NIS di Semarang adalah tipikal 2 dasawarsa awal abad 20 ketika diperkenalkan politik etis, ketika itu “… Muncul kebutuhan yang cukup besar untuk mendirikan bangunan bangunan publik dan perumahan, akibat perluasan daerah jajahan, desentralisasi administrasi kolonial dan pertumbuhan usaha swasta”.
Penduduk Semarang memberinya nama “Lawang Sewu” (pintu seribu), mengacu pada pintu pintunya yang sangat banyak, yan gmerupakan usaha para arsiteknya untuk membangun gedung kantor modern yang sesuai dengan iklim tropis Semarang. Semua bahan bangunan didatangkan dari Eropa kecuali batu bata, batu alam dan kayu jati.
Pada saat yang bersamaan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) berusaha mengambil alih kereta api, pertempuran pecah antara pemuda dan tentara Jepang, belasan pemuda terbunuh di gedung ini, 5 diantara mereka dimakamkan di halaman (tetapi pada tahun 1975 jenazah mereka dipindah keTaman Makam Pahlawan). Di depan Lawang Sewu berdiri monumen untuk memperingati mereka yang gugur di Pertempuran Lima Hari.
Sesaat setelah kemerdekaan Lawang Sewu digunakan Kantor Perusahaan Kereta Api, kemudian militer mengambil alih gedung ini, tetapi sekarang telah kembali ke tangan PT KAI.

Sumber:
http://seputarsemarang.com/lawang-sewu-pemuda-1272/

Karimunjawa Island

Tempat Wisata karimunjawa merupakan salah satu kepulauan yang terletak di wilayah Jepara yang keindahan alam dan lautnya sangat mempesona dan menarik untuk dikunjungi. Karimunjawa berlokasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan yang berada di bagian pesisir pantai utara Pulau Jawa ini telah ditetapkan menjadi Taman Nasional dengan hamparan air laut  yang jernih berwarna hijau kebiruan, kekayaan terumbu karang dan pasir putih yang akan memanjakan mata Anda. Menikmati deburan ombak air laut yang jernih, angin sepoi-sepoi dan suasana yang masih asri dan alami bersama keluarga atau teman-teman akan membuat Anda akan betah disini.

Tempat Wisata Karimunjawa


Sekilas Tentang Karimunjawa


Bila ditilik dari segi bahasa, kata karimun berasal dari bahasa Jawa “kremun” yang artinya samar-samar atau kabur. Nama tersebut diberikan karena kepulauan Karimunjawa memang nampak samar-samar bila dilihat dari Pulau Jawa, hal ini karena letaknya yang cukup jauh, memerlukan waktu 4-6 jam dengan menggunakan seed boat atau kapal motor cepat dari Jepara atau Semarang untuk sampai di Kepulauan Karimunjawa. Meskipun lokasi tempat wisata karimunjawa cukup jauh namun keindahan yang bisa Anda dapatkan saat berada disini akan terasa impas dengan rasa lelah saat perjalanan.

Kepulauan Karimunjawa memiliki 27 pulau, namun diantara semua pulau tersebut hanya lima pulau yang telah berpenghuni, sedangkan sisanya tidak berpenghuni, tapi letak antara pulau berdekatan, sehingga bila Anda ingin mengunjungi pulau yang tidak berpenghuni, maka Anda harus siap-siap membawa tenda untuk menginap disana. Wisata karimunjawa merupakan surga bagi para penyelam karena menawarkan 90 jenis terumbu karang laut yang indah dan sekitar 240 jenis ikan, sedangkan bagi Anda yang tidak tahu menyelam, maka disini juga tersedia kapal yang bagian bawahnya kaca, sehingga Anda bisa melihat keindahan bawah laut dari atas kapal.

Selain menawarkan pesona keindahan bawah air, wisata karimunjawa juga menawarkan beragam jenis satwa yang hidup didaratan seperti kera, penyu, rusa, dan beraneka macam jenis burung. Anda juga dapat melihat hutan pantai dan hutan mangrove. Nah, bagi para traveler yang saat ini sedang merencanakan liburan, maka tempat wisata karimunjawa  sebaiknya masuk dalam list Anda, karena ada berjuta keindahan dan pesona alam yang bisa Anda nikmati di sana.

7 Tempat Wisata Karimunjawa yang Menarik Untuk di Kunjungi


Berikut ini 7 tempat wisata karimunjawa yang menarik dan wajib Anda kunjungi, yaitu :

Tempat Wisata Karimunjawa


Pulau Menjangan kecil


Tempat wisata karimunjawa yang menempati posisi pertama dan akan menjadi tempat favorit para traveler yang gemar snorkeling dan menyelam karena terdapat hamparan air jenih berwarna biru kehijauan yang tidak terlalu dalam, dibawahnya dipenuhi dengan keindahan terumbu karang dan berbagai ikan hias berwarna-warni yang sangat cantik. Tempat ini juga biasa disebut “Spot MAER”. Namun khusus bagi Anda yang tidak bisa berenang sebaiknya berhati-hati jangan sampai Anda terluka karena menginjak terumbu karang atau merusaknya karena tidak sengaja mematahkannya.

Pulau Menjangan Besar


Tempat wisata karimunjawa yang kedua adalah Pulau Menjangan Besar yang cocok untuk menguji nyali atau keberanian Anda, karena terdapat penangkaran ikan Hiu, dimana Anda bisa mencoba untuk masuk ke kolam yang berisi Ikan Hiu dan berenang bersaman-sama dengan mereka. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena ternyata ikan Hiu di pulau ini cukup bersahabat dan jinak dengan manusia, namun tentu saja meskipun Anda akan ditemani oleh para ahli yang telah berpengalaman bermain berenang bersama ikan Hiu akan tetap membutuhkan ketenangan dan nyali yang besar untuk berhadapan langsung dengan ikan pemakan daging ini.  Jadi bisa dikatakan bagi Anda yang menyukai kegiatan yang cukup memacu adrenalin, maka tempat ini wajib untuk Anda kunjungi.

Pulau Cemara Besar


Tempat wisata karimunjawa yang selanjutnya adalah yang didalamnya terdapat banyak pohon cemara, karena itulah mungkin diberi nama Pulau Cemara. Dipulau ini Anda juga bisa melihat beraneka jenis ikan-ikan hias yang indah, namun bila dibandingkan dengan Spor MAER, Spot Gosong Cemara memiliki koleksi ikan hias yang tidak terlalu banyak, namun karena spot ini lebih dalam, maka terumbu karang yang terdapat disini masih terjaga dan asri, disini juga Anda bisa melihat penyu laut serta berbagai biota laut lainnya yang unik dan manarik untuk dilihat.

Spot Nyamplungan


Hampir sama dengan Spot MAER dan Spot Gosong Cemara, Spot ini juga menawarkan keindahan biota lautnya, tempat wisata karimunjawa yang satu ini terletak pada bagian barat Kepulauan Karimun Jawa.

Pantai Tanjung Gelam


Tempat wisata karimunjawa yang kelima adalah Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan ikon “pohon kelapa miring”, disini hampir semua traveler menyempatkan diri untuk mengabadikan momen di sekitar pohon kelapa miring ini. pantai ini menawarkan pesona keindahan pantai yang sangat cantik dan menarik, disini Anda bisa  bermain-main pasir, berenang dilaut, karena airnya yang cukup dangkal, sehingga sangat aman untuk Anda yang membawa anak kecil.

Pulau Cilik dan Pulau Tengah


Tempat wisata karimunjawa berikutnya berada di bagian timur Pulau Karimunjawa, membutuhkan waktu 2 jam dengan menggunakan speed boat untuk sampai ditempat ini. Saat menuju ke pulau ini Anda bisa melihat ikan lumba-lumba yang sedang berenang di sekitar Anda. Bila memasuki pertengahan perjalanan Anda akan melihat gundukan pasir yang biasanya akan nampak saat air laut sedang surut, yang berlokasi di bagian selatan pulau cilik.

Pulau Geleang


Pulau selanjutnya merupakan pulau yang ukurannya paling lebar, sehingga sangat cocok untuk liburan akhir pekan bersama keluarga atau sahabat sambil menikmati ikan bakar. Pulau Geleang merupakan tempat wisata karimunjawa yang terletak di bagian Barat Pulau Karimunjawa, dengan pantai yang bersih, indah dan cukup luas menjadikannya tempat yang sangat ideal untuk bermain pasir  atau melakuan aktivitas olahraga seperti voly pantai, takraw, ataupun sepak bola pantai. Pulau ini termasuk tempat yang paling sering dikunjungi

Akomodasi dan Transportasi di Karimunjawa


Untuk akomodasi di beberapa pulau sudah tersedia penginapan yang bisa Anda pilih mulai dari resort mewah, penginapan bertarif lebih murah, atau rumah-rumah penduduk setempat yang disewakan dengan harga yang tentu saja lebih murah. Sedangkan untuk menikmati lezatnya seafood, Anda bisa kepasar tradisional atau memanggil para nelayan yang sedang lewat dan membawa beraneka jenis ikan yang bisa Anda bakar dan nikmati sambil menikmati keindahan laut.

Sedangkan untuk transportasi, Anda memiliki 3 alternatif pilihan, yaitu :

  1. Menggunakan kapal cepat atau kapal biasa dari Jepara, melalui Pelabuhan Kartini, waktu yang ditempuh untuk sampai di Karimunjawa sekitar 2-3 jam.
  2. Menggunakan kapal cepat dari Semarang, melalui Pelabuhan Tanjung Emas, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai di Karimun jawa adalah 4-6 jam.
  3. Pesawat

Selain melalui laut, Anda juga bisa menuju ke Karimunjawa dengan menggunakan pesawat kecil melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang. Disalah satu pulau di Karimunjawa terdapat Badara Dewa Daru di pulau Kemujan. Dari atas pesawat Anda bisa menikmati keindahan hamparan pulau-pulau yang berbaris di Karimunjawa.

Semoga informasi diatas dapat memberikan Anda refrensi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi dan bagi Anda yang mungkin masih ragu dan bingung memutuskan tempat wisata pantai mana yang akan Anda kunjungi maka tempat wisata karimunjawa  sebaiknya masuk dalam list Anda.

Sumber:
http://www.inilahtempatwisata.com/2015/10/7-tempat-wisata-karimunjawa-yang.html

BROWN CANYON SEMARANG

Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon di Semarang
Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika.
Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi.
Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas.
Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, tempat yang lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang. Merupakan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dimana para wisatawan dalam sepanjang perjalanannya harus bertemu dengan debu-debu yang beterbangan dan bersimpangan dengan truk-truk pengangkut bahan material.
Brown Canyon

Rute menuju Brown Canyon Semarang.

Lokasi Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang.
Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang.
Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri.
Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus.
Brown Canyon Semarang
Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon di Semarang.
Karena tempat ini merupakan tempat panambangan bahan material dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata. Karena kondisi jalan pedesaan yang cukup jelek, berdebu dan bergelombang maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil ceper.
http://www.semarangplus.com/brown-canyon-semarang-pemandangan-yang-indah

KOTA LAMA SEMARANG

Kota Lama, Citra Visual Arsitektur Kolonial di Kota Semarang.
gereja blenduk semarang kota lamaKota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Banyak berdiri Bagunan-bangunan kuno nan eksotis dan megah peninggalan Kolonial Belanda, seakan menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis dikisahkan. Di sekitar Kota Lama dibangun kanal-kanal air yang keberadaanya masih bisa disaksikan hingga kini, meski tidak terawat. Hal inilah yang menyebabkan Kota Lama mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang terpisah dengan lanskap mirip kota di Eropa serta kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama seperti miniatur Belanda di Semarang.
gedung jiwasraya gedung keuangan negara
Satu bangunan yang paling populer dan wajib dikunjungi saat mengunjungiKota Lama Semarang yaitu Gereja Blenduk yang sudah berusia lebih dari dua setengah abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadiLandmark Kota Semarang.
polder tawang semarang kota lama pabrik rokok proe lajar
Karena masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan nama dalam bahasa Belanda pun akhirnya menyebutnya blenduk karena memiliki atap berbentuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya. Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dulu menjadi pintu gerbang menuju Kota Lama. Kata burg yang berarti jembatan dilafalkan menjadi berok dan nama itu terus dipakai hingga kini.
jembatan berok ikan bakar cianjur semarang kota lama
Di seberang Gereja Blenduk terdapat Gedung Kuno yang menjadi kantor Asuransi yang biasa disebut sebagai Gedung Jiwasraya, di sebelah baratnya untuk penggemar Wisata Kuliner terdapat Restoran Ikan Bakar Cianjur.
gedung marabunta kota lama semarang gedung marba smg kota lamaKantor pos besar semarang kota lama jakarta lloyd
Tak kalah menarik dan menyimpan segudang cerita adalah Gedung Marabunta dengan ornamen semut raksasa di atapnya, tempat ini pernah dilangsungkan sebuah pertunjukan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari. Terdapat pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawat dengan nuansa merah putih, Pabrik Rokok Praoe Lajar. Ada juga Stasiun Tawang dengan gaya arsitektur indis yang masih dioperasikan hingga sekarang. Di depannya terdapat Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pusat pengendali banjir dan penampungan air sebelum dialirkan ke laut. Bangunan bangunan lain yang berada di Kota Lama Semarang ini antara lain:Gedung MarbaKantor Pos PusatSamudera IndonesiaDjakarta Lloyd dan juga Titik Nol KM Semarang.
Sejarah Kota Lama: [Oleh Lopen Semarang]
Diawali dari penandatangan perjanjian antara Kerajaan Mataram dan VOC pada 15 Januari 1678. Kala itu Amangkurat II menyerahkan Semarang kepada pihak VOC sebagai pembayaran karena VOC telah berhasil membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo. Setelah Semarang berada di bawah kekuasaan penuh VOC, kota itu pun mulai dibangun. Sebuah benteng bernama Vijfhoek yang digunakan sebagai tempat tinggal warga Belanda dan pusat militer mulai dibangun. Lama kelamaan benteng tidak mencukupi, sehingga warga mulai membangun rumah di luar sebelah timur benteng. Tak hanya rumah-rumah warga, gedung pemerintahan dan perkantoran juga didirikan.
Pada tahun 1740-1743 terjadilah peristiwa Geger Pacinan, perlawanan terbesar pada kurun waktu kekuasaan VOC di Pulau Jawa. Setelah perlawanan tersebut berakhir dibangunlah fortifikasi mengelilingi kawasan Kota Lama Semarang. Setelahnya karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan kota yang makin pesat, fortifikasi ini dibongkar pada tahun 1824. Untuk mengenang keberadaan banteng yang mengelilingi kota lama, maka jalan-jalan yang ada diberi nama seperti Noorderwalstaat (Jalan Tembok Utara-Sekarang Jalan Merak), Oosterwalstraat (Jalan Tembok Timur – Sekarang Jalan Cendrawasih), Zuiderwalstraat (Jalan Tembok Selatan-Sekarang Jalan Kepodang) dan juga Westerwaalstraat (Jalan Tembok Barat-Sekarang Jalan Mpu Tantular).
Peta Kota lama Semarang Tahun 1787
Peta dari kawasan Kota Lama Semarang pada tahun 1787. (sumber: atlasofmutualheritage.nl)
Kawasan Kota Lama Semarang mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang dikelilingi kanal-kanal dengan bangunan berlanggam eropa menjadikan kawasan ini mirip sebuah kota laiknya yang berada di Belanda. Pusat dari Kawasan Kota Lama berada di Taman Srigunting, sebuah taman yang terletak di jantung Kawasan Kota Lama Semarang. Dimasa lalu taman ini adalah sebuah lapangan bernama parade plein, besar kemungkinan karena acap kali digunakan untuk parade militer karena tak jauh dari sana terdapat sebuah barak militer. Sebelum menjadi lapangan, taman ini memiliki fungsi sebagai kerkhof atau pemakaman warga eropa, sebelum pada awal abad 19 kerkhof dipindah ke daerah pengapon. Disekeliling taman srigunting terdapat bangunan-bangunan dengan nilai arsitektur dan sejarah yang tinggi seperti Gereja Blenduk, Gedung Marba, dan Gedung Jiwasraya.
Opini penulis:
Sebenarnya kalau dirawat dan ditata dengan baik kota lama bisa menjadi tempat wisata yang menarik.
Tapi sekarang kayaknya agak kurang terawat, semrawut, dan keindahannya mulai memudar. Banjir rob yang sering menggenang juga menjadi masalah lain.
Mudah-mudahan pemkot semarang bisa berbenah 🙂